Wednesday, October 26, 2016

Yuk Kenali Demam Berdarah pada Anak



 
sumber: google



Anak-anak sering menjadi sasaran gigitan nyamuk. Sebagai orang tua, mengenal demam berdarah (DB) sangat penting untuk mencegah gigitan nyamuk pada anak dan seluruh anggota keluarga. Namun, sebagian besar orang tua tidak mengetahui DB seperti apa.

"Sebanyak 65 persen orang tua tidak tahu bagaimana penanganan DB yang tepat ketika anak sakit. Misalnya seperti pemberian obat," tutur dr Ferawati Lie kepada wartawan beberapa waktu lalu.

"Obat demam yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) adalah paracetamol. Tapi masih banyak orang yang pakai ibuprofen dan aspirin padahal obat tersebut bisa berisiko lho," sambung dr Lie.

dr Lie mengatakan risiko yang dapat terjadi seperti gangguan lambung dan perdarahan. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk mengonsumsi obat sesuai rekomendasi WHO.

Pemberian Obat untuk Anak

Menurut dr Lie pemberian obat pada anak memiliki teknik hitungan tertentu, yaitu berat badan per kilogram dikali lima belas miligram obat. Ia mencontohkan anak memiliki berat badan 10 kg maka dikali 15 mg dan hasil obat yang harus diberikan adalah 150 miligram.
"Namun saran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pemberian obat berdasarkan usia," ucap dr Lie sekaligus Medical Advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia.
Lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit seperti DB. Karena Indonesia juga merupakan negara endemik demam berdarah (DB) kategori A hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara nomor satu dengan kematian anak akibat DB di Asia Tenggara.
 
Fase Demam Berdarah 

Lantas, bagaiamana fase DB pada anak? dr Lie menjelaskan fase demam pada beberapa orang berbeda-beda, namun biasanya 5-7 hari. Sedangkan fase kritis berada di 1-2 hari ketika demam turun.

"Diperhatikan kondisi badan anak ketika demamnya sudah turun, apakah membaik atau tidak. Jika sudah membaik maka artinya masuk fase penyembuhan," terang dr Lie.

21 comments:

  1. Wah bermanfaat sekali! Makasih put!

    ReplyDelete
  2. Thank you info nya puti! Sukak^^

    ReplyDelete
  3. Nice artikel putiiiii.. jd bisa lebih waspada kalo nnti ada yg kena db hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaaaa makasih cantikk<333 iya jd calon ibu yg waspada juga ya wkwk

      Delete
  4. Bagus tulisannya, bermanfaat sekali. Tapi lain kali, tolong perhatikan penulisan tanda bacanya, besar-kecilnya huruf, konsistensi bahasa, dan kata-kata yang masih salah penulisannya. Tapi secara keseluruhan, artikelmu sudah bagus kok. Lanjutkan, semangat!

    ReplyDelete
  5. Kalo alergi paracetamol gmn? Saran dong.. takut juga kalo obatnya ternyata beresiko gitu

    ReplyDelete
  6. Makasii banyak infonyaa.. Jd skrg bisa tau dan waspada dengan obat2an untuk anak2.Pas bgt punya ponakan 2 org masih kecil2 dirumah. Thank u for sharing

    ReplyDelete
  7. Infonya sangat bermanfaat terutama bagi kita sebagai orang dewasa untuk lebih mengetahui tata cara yang baik dan benar dalam hal penangganan demam pada anak-anak. Terimakasih atas infonya

    ReplyDelete
  8. Waduh, selama ini sayang sering banget mengalami gangguan lambung! Saya pikir asam lambung saya tinggi atau maag saya yang kambuh. Ternyata selama ini saya saya kaprah. Terima kasih, artikel ini pasti bermartabat :)

    ReplyDelete
  9. Wahh artikelnya beda dari yang lain. Informasi yang diberikan gak sama kayak artikel2 lainnya.

    ReplyDelete
  10. Kalo udah emak-emak yang kena DBD gimana? Apakah ada kemungkinan untuk terulang lagi sakitnya?

    ReplyDelete
  11. Kalo udah emak-emak yang kena DBD gimana? Apakah ada kemungkinan untuk terulang lagi sakitnya?

    ReplyDelete
  12. Tipsnya sangat bagus untuk kesehatan.
    Ditunggu tips selanjutnya!

    ReplyDelete
  13. Artikel yg iformatif. Emang dbd itu termasuk penyakit yg berbahaya dan mesti bgt dapet perhatian khusus. Apalagi kalo udh menyerang anak2, bener2 harus waspada bgt. Nice info.

    ReplyDelete