Jadi artikel ini sebenernya bagian dari liputan di detikHealth, namun karena tidak sesuai dengan detikHealth dan disebut lebih mirip artikel wolipop, jadi artikel ini ditolak *Sedih*
Tapi tak usah bersedih berlarut-larut, karena bukan hanya di website detik tulisanku bisa diaplod, karena aku juga bisa membaginya di sini >.<
Okay, selamat membaca!
Begini Cara Atasi Penggunaan Kartu Kredit pada Shopaholic
(Apakah Anda suka belanja berlebihan? Hmm bisa jadi Anda seorang shopaholic. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak.)
Siapa yang tidak suka berbelanja? Apalagi dengan menggunakan kartu kredit.
Namun berbelanja berlebihan dan terkadang tidak bisa dikontrol bisa
jadi salah satu tanda Anda seorang shopaholic atau penggila belanja. Nah
bagaimana cara mengatasinya ya?
"Ketika Anda melihat suatu
barang lalu jantung Anda berdegup kencang kemudian berpikir untuk
memiliki barang tersebut. Itu bisa jadi tanda Anda seorang shopaholic,"
tutur Anna Surti Ariani, MPsi, Psikolog.
"Nah kunci dari masalah
ini adalah jujur pada diri sendiri," ucap wanita yang akrab disapa Nina
kepada detikHealth baru-baru ini.
Lebih lanjut, Nina mengatakan
jika seseorang tidak jujur sama diri sendiri maka orang tersebut akan
terus menjadi seorang pembelanja sejati. Ia juga memberi contoh jujur
yang harus dilakukan pada diri sendiri seperti ketika menggunakan kartu kredit.
"Misalnya punya kartu kredit yang sebenarnya limitnya udah habis. Nah harusnya kan orang tersebut ngerem nggak pakai kartu kredit lagi tapi karena dia nggak jujur pada diri sendiri dia pakai deh," ungkap wanita yang akrab disapa Nina ini.
Baca juga: Shopaholic Termasuk Gangguan Jiwa, Benarkah?
Karena orang yang tidak jujur pada diri sendiri ketika menggunakan kartu kredit akan berpikir 'bisa lah gue ngutang dikit'. Dan hal tersebut akan menyebabkan seseorang berbelanja secara tidak terkontrol.
Sementara
itu dikutip dari Medical Daily, profesor psikologi, Ryan Howell dari SF
State University mengatakan shopaholic memiliki manajemen kredit yang buruk. Sebab sebagian besar shopaholic tidak membayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan tidak memperhatikan laporan tagihan mereka.
Beberapa peneliti berpendapat bahwa ini mungkin karena kartu kredit
memungkinkan orang untuk membeli dan berbelanja tanpa melihat atau
menyerahkan uang fisik. Inilah yang menurut para peneliti membuat pola
pikir shopaholic berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang berbelanja
tanpa kartu kredit.
Baca juga: Waspada, Hobi dan Kebiasaan Pun Bisa Jadi Kecanduan
