Thursday, July 27, 2017

Ini Fakta-fakta Terkait Kotoran Telinga yang Perlu Diketahui

Ini Fakta-fakta Terkait Kotoran Telinga yang Perlu Diketahui

Kotoran telinga? Hmm, membayangkannya mungkin akan membuat sebagian orang merasa jijik. Walaupun begitu, jangan sampai Anda abaikan ya sebab kotoran telinga tetap merupakan bagian dari tubuh yang harus kita perhatikan.
Nah, berikut fakta-fakta mengenai kotoran telinga yang perlu Anda ketahui agar lebih mengenal jauh karena tidak kenal maka tidak cinta. Yuk simak rangkuman detikHealth dari berbagai sumber ini.

Nah, dirangkung detikHealth dari berbagai sumber, berikut

1. Terbentuk dari hasil kelenjar

Mungkin orang-orang berpikiran kotoran telinga merupakan  ekskresi sisa-sisa metabolisme tubuh. Namun ternyata kotoran telinga merupakan bagian atau hasil dari kelenjar telinga yang disebut serumen.

Serumen ini merupakan pelumas yang memang dirancang untuk melindungi telinga.  Pada umumnya, serumen juga terbentuk hanya di sepertiga liang telinga.

Baca juga: Kalau Telinga Kemasukan Air, Begini Cara Mengeluarkannya

2. Jumlah kotoran telinga

Kotoran telinga pada setiap orang tentu memiliki jumlah yang berbeda-beda. Mengapa demikian? Menurut dr Agus Subagio, SpTHT hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

"Dari beberapa literatur yang saya baca dipengaruhi jumlah kotoran dipengaruhi berbagai faktor, misalnya ras, usia dan keaktifan telinga" ucap dr Agus.

Selain itu, rasa stres dan takut juga dapat meningkatkan produksi kotoran pada telinga. Sehingga saat tubuh merasa stres atau takut, jumlah kotoran pada telinga akan cenderung lebih banyak.

3. Bermanfaat melindungi telinga

Kotoran telinga yang disebut serumen memiliki manfaat untuk melindungi dari kondisi kering sehingga telinga tidak mudah lecet. Selain itu, telinga juga akan terhindar dari tumbuhnya jamur, bakteri dan risiko masuknya serangga.

"Kalau pada orang yang suka korek-korek telinga dan kelenjarnya kurang itu bisa lecet telinganya. Selain itu, kelenjar juga mencegah tubuhnya jamur, bakteri dan binatang kecil pun nggak mau (masuk)," ucap dr Agus.

Baca juga: Catat, Begini Cara yang Tepat Bersihkan Kotoran Telinga

4. Bisa keluar secara alami

dr Agus mengatakan bahwa pada dasarnya kotoran pada telinga dapat keluar sendiri secara alami. Hal ini bisa dibantu dengan menggerakkan-gerakan rahang seperti berbicara atau mengunyah makanan.

Mengamini ucapan dr Agus, asisten profesor THT di Weill Cornell Medical College, Maria Suurna, MD juga mengatakan bahwa telinga pada dasarnya sudah dirancang untuk dapat membersihkan kotorannya sendiri dengan mendorong kotoran keluar dari salurannya.

5. Indikasi adanya penyakit

Dalam studi yang mengaitkan bau badan dengan penyakit, ABCC11 telah menjadi hubungan antara keduanya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The FASEB Journal, menemukan bahwa varian gen yang menyebabkan ketiak berbau dan kotoran telinga basah juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Kotoran telinga terbuat dari campuran sekresi yaitu keringat dan lemak, meyakinkan peneliti bahwa hal itu bisa menjadi sumber untuk tahap awal penyakit. Sebab aroma yang larut dalam lemak yang dipancarkan oleh penyakit terjebak dalam lemak dikeluarkan.

"Ternyata, jenis kotoran telinga telah dikaitkan dengan gen yang mengarah ke bau ketiak seseorang. Ini mungkin menjadi petunjuk menyelamatkan nyawa dengan deteksi dini dan pengobatan kanker payudara," kata Dr Gerald Weissmann, penulis jurnal.

Wednesday, February 15, 2017

Anda Shopaholic? Wajib Baca Ini!

Jadi artikel ini sebenernya bagian dari liputan di detikHealth, namun karena tidak sesuai dengan detikHealth dan disebut lebih mirip artikel wolipop, jadi artikel ini ditolak *Sedih*

Tapi tak usah bersedih berlarut-larut, karena bukan hanya di website detik tulisanku bisa diaplod, karena aku juga bisa membaginya di sini >.<

Okay, selamat membaca!


Begini Cara Atasi Penggunaan Kartu Kredit pada Shopaholic

(Apakah Anda suka belanja berlebihan? Hmm bisa jadi Anda seorang shopaholic. Nah, bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak.)

Siapa yang tidak suka berbelanja? Apalagi dengan menggunakan kartu kredit. Namun berbelanja berlebihan dan terkadang tidak bisa dikontrol bisa jadi salah satu tanda Anda seorang shopaholic atau penggila belanja. Nah bagaimana cara mengatasinya ya?

"Ketika Anda melihat suatu barang lalu jantung Anda berdegup kencang kemudian berpikir untuk memiliki barang tersebut. Itu bisa jadi tanda Anda seorang shopaholic," tutur Anna Surti Ariani, MPsi, Psikolog.

"Nah kunci dari masalah ini adalah jujur pada diri sendiri," ucap wanita yang akrab disapa Nina kepada detikHealth baru-baru ini.

Lebih lanjut, Nina mengatakan jika seseorang tidak jujur sama diri sendiri maka orang tersebut akan terus menjadi seorang pembelanja sejati. Ia juga memberi contoh jujur yang harus dilakukan pada diri sendiri seperti ketika menggunakan kartu kredit.

"Misalnya punya kartu kredit yang sebenarnya limitnya udah habis. Nah harusnya kan orang tersebut ngerem nggak pakai kartu kredit lagi tapi karena dia nggak jujur pada diri sendiri dia pakai deh," ungkap wanita yang akrab disapa Nina ini.

Baca juga: Shopaholic Termasuk Gangguan Jiwa, Benarkah?

Karena orang yang tidak jujur pada diri sendiri ketika menggunakan kartu kredit akan berpikir 'bisa lah gue ngutang dikit'. Dan hal tersebut akan menyebabkan seseorang berbelanja secara tidak terkontrol.

Sementara itu dikutip dari Medical Daily, profesor psikologi, Ryan Howell dari SF State University mengatakan shopaholic memiliki manajemen kredit yang buruk. Sebab sebagian besar shopaholic tidak membayar tagihan kartu kredit tepat waktu dan tidak memperhatikan laporan tagihan mereka.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa ini mungkin karena kartu kredit memungkinkan orang untuk membeli dan berbelanja tanpa melihat atau menyerahkan uang fisik. Inilah yang menurut para peneliti membuat pola pikir shopaholic berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang berbelanja tanpa kartu kredit.

Baca juga: Waspada, Hobi dan Kebiasaan Pun Bisa Jadi Kecanduan