Ini Fakta-fakta Terkait Kotoran Telinga yang Perlu Diketahui
Kotoran telinga? Hmm, membayangkannya mungkin akan membuat sebagian orang merasa jijik. Walaupun begitu, jangan sampai Anda abaikan ya sebab kotoran telinga tetap merupakan bagian dari tubuh yang harus kita perhatikan.
Nah, berikut fakta-fakta mengenai kotoran
telinga yang perlu Anda ketahui agar lebih mengenal jauh karena tidak
kenal maka tidak cinta. Yuk simak rangkuman detikHealth dari berbagai
sumber ini.Kotoran telinga? Hmm, membayangkannya mungkin akan membuat sebagian orang merasa jijik. Walaupun begitu, jangan sampai Anda abaikan ya sebab kotoran telinga tetap merupakan bagian dari tubuh yang harus kita perhatikan.
Nah, dirangkung detikHealth dari berbagai sumber, berikut
1. Terbentuk dari hasil kelenjar
Mungkin orang-orang berpikiran kotoran telinga merupakan ekskresi sisa-sisa metabolisme tubuh. Namun ternyata kotoran telinga merupakan bagian atau hasil dari kelenjar telinga yang disebut serumen.
Serumen ini merupakan pelumas yang memang dirancang untuk melindungi telinga. Pada umumnya, serumen juga terbentuk hanya di sepertiga liang telinga.
Baca juga: Kalau Telinga Kemasukan Air, Begini Cara Mengeluarkannya
2. Jumlah kotoran telinga
Kotoran telinga pada setiap orang tentu memiliki jumlah yang berbeda-beda. Mengapa demikian? Menurut dr Agus Subagio, SpTHT hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.
"Dari beberapa literatur yang saya baca dipengaruhi jumlah kotoran dipengaruhi berbagai faktor, misalnya ras, usia dan keaktifan telinga" ucap dr Agus.
Selain itu, rasa stres dan takut juga dapat meningkatkan produksi kotoran pada telinga. Sehingga saat tubuh merasa stres atau takut, jumlah kotoran pada telinga akan cenderung lebih banyak.
3. Bermanfaat melindungi telinga
Kotoran telinga yang disebut serumen memiliki manfaat untuk melindungi dari kondisi kering sehingga telinga tidak mudah lecet. Selain itu, telinga juga akan terhindar dari tumbuhnya jamur, bakteri dan risiko masuknya serangga.
"Kalau pada orang yang suka korek-korek telinga dan kelenjarnya kurang itu bisa lecet telinganya. Selain itu, kelenjar juga mencegah tubuhnya jamur, bakteri dan binatang kecil pun nggak mau (masuk)," ucap dr Agus.
Baca juga: Catat, Begini Cara yang Tepat Bersihkan Kotoran Telinga
4. Bisa keluar secara alami
dr Agus mengatakan bahwa pada dasarnya kotoran pada telinga dapat keluar sendiri secara alami. Hal ini bisa dibantu dengan menggerakkan-gerakan rahang seperti berbicara atau mengunyah makanan.
Mengamini ucapan dr Agus, asisten profesor THT di Weill Cornell Medical College, Maria Suurna, MD juga mengatakan bahwa telinga pada dasarnya sudah dirancang untuk dapat membersihkan kotorannya sendiri dengan mendorong kotoran keluar dari salurannya.
5. Indikasi adanya penyakit
Dalam studi yang mengaitkan bau badan dengan penyakit, ABCC11 telah menjadi hubungan antara keduanya. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The FASEB Journal, menemukan bahwa varian gen yang menyebabkan ketiak berbau dan kotoran telinga basah juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Kotoran telinga terbuat dari campuran sekresi yaitu keringat dan lemak, meyakinkan peneliti bahwa hal itu bisa menjadi sumber untuk tahap awal penyakit. Sebab aroma yang larut dalam lemak yang dipancarkan oleh penyakit terjebak dalam lemak dikeluarkan.
"Ternyata, jenis kotoran telinga telah dikaitkan dengan gen yang mengarah ke bau ketiak seseorang. Ini mungkin menjadi petunjuk menyelamatkan nyawa dengan deteksi dini dan pengobatan kanker payudara," kata Dr Gerald Weissmann, penulis jurnal.
