| | | | | | | |
| sumber: google | | | | | | | | |
Anak-anak sering menjadi sasaran gigitan nyamuk. Sebagai orang tua, mengenal demam berdarah (DB) sangat penting untuk mencegah gigitan nyamuk pada anak dan seluruh anggota keluarga. Namun, sebagian besar orang tua tidak mengetahui DB seperti apa.
"Sebanyak 65 persen orang tua
tidak tahu bagaimana penanganan DB yang tepat ketika anak sakit. Misalnya
seperti pemberian obat," tutur dr Ferawati Lie kepada wartawan beberapa waktu lalu.
"Obat demam yang direkomendasikan oleh
World Health Organization (WHO) adalah paracetamol. Tapi masih banyak orang yang pakai
ibuprofen dan
aspirin padahal obat tersebut bisa berisiko lho," sambung dr Lie.
dr Lie mengatakan risiko yang dapat terjadi seperti gangguan lambung dan perdarahan. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk mengonsumsi obat sesuai rekomendasi WHO.
Pemberian Obat untuk Anak
Menurut dr Lie pemberian obat pada anak memiliki teknik hitungan tertentu, yaitu berat badan per kilogram dikali lima belas miligram obat. Ia mencontohkan anak memiliki berat badan 10 kg maka dikali 15 mg dan hasil obat yang harus diberikan adalah 150 miligram.
"Namun saran Badan Pengawasan Obat
dan Makanan (BPOM) pemberian obat berdasarkan usia," ucap dr Lie sekaligus Medical Advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia.
Lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyakit seperti DB. Karena Indonesia juga merupakan negara endemik demam
berdarah (DB) kategori A hal ini menyebabkan Indonesia
menjadi negara nomor satu dengan kematian anak akibat DB di Asia
Tenggara.
Fase Demam Berdarah
Lantas,
bagaiamana fase DB pada anak? dr Lie menjelaskan fase demam pada
beberapa orang berbeda-beda, namun biasanya 5-7 hari. Sedangkan fase
kritis berada di 1-2 hari ketika demam turun.
"Diperhatikan
kondisi badan anak ketika demamnya sudah turun, apakah membaik atau
tidak. Jika sudah membaik maka artinya masuk fase penyembuhan," terang
dr Lie.